Hajatan Popol

Siang-Siang Kena Razia Summit
Siang itu UNIX sedang sibuk. Bukan sibuk yang mulia juga, tapi tetap sibuk. Ada yang kerja, ada yang pura-pura kerja, ada yang baru mau hidup setelah kalah tiga ronde melawan kasur. Lalu muncul pengumuman. Hajatan summit. Satu kalimat yang langsung membuat suasana berubah. Bukan jadi ramai, tapi jadi hening seperti grup tiba-tiba ditag orang penting. Tidak ada yang minta. Tidak ada yang siap. Tidak ada yang bangun pagi hari itu sambil berpikir, semoga hari ini ada summit yang merepotkan. Tapi hidup memang suka begitu. Kita sedang urus hal lain, tahu-tahu dilempar kegiatan yang bentuknya acara, rasanya hukuman.
Undangan yang Tidak Memberi Pilihan
Secara teknis ini pengumuman. Secara batin, ini surat panggilan. Anak UNIX membaca dengan pelan. Bukan karena kalimatnya sulit, tapi karena masing-masing sedang mencari celah untuk pura-pura tidak melihat. Sayangnya, sudah terlanjur kelihatan. Sudah terbaca. Sudah masuk radar. Begitu pengumuman itu turun, semua orang langsung paham satu hal: hari ini bukan lagi milik kita.
Keikhlasan Tidak Datang
Di acara ini, tidak ada yang benar-benar ikhlas. Keikhlasan bahkan tidak sempat berangkat. Mungkin baru buka maps, lihat tujuan, lalu langsung tutup aplikasi. Yang hadir cuma badan, akun, dan sedikit sisa sopan santun. Dari luar, UNIX tampak mendukung. Dari dalam, UNIX sedang mengubur banyak kalimat yang sebaiknya tidak diketik.
Popol, Sumber Masalah Berbentuk Orang
Tokoh utama dalam kejadian ini tentu saja Popol. Atau Asep, kalau ingin terdengar lebih seperti orang yang bisa disalahkan di rapat warga. Popol berhasil melakukan sesuatu yang sulit: membuat seluruh UNIX satu suara. Bukan satu suara karena bahagia. Bukan satu suara karena satu visi. Satu suara karena sama-sama ingin bertanya, ini kenapa jadi urusan kita semua. Biasanya UNIX susah kompak. Mau main saja bisa berubah jadi sidang. Tapi begitu Popol membawa hajatan ini, semua mendadak searah. Arah kesalnya sama.
Beban yang Dibagi Rata
Popol tidak merepotkan satu dua orang saja. Dia membagikan kerepotan seperti panitia membagikan konsumsi: semua kebagian, tidak ada yang lolos. Ada yang kena waktu. Ada yang kena tenaga. Ada yang kena mental. Ada yang cuma kena kewajiban untuk terlihat senang, dan itu justru paling menyiksa. Karena capek biasa masih bisa istirahat. Tapi capek sambil harus bilang mantap itu bentuk penderitaan yang lebih halus.
Terima Kasih, Tapi Dalam Nada Menuduh
Kami ucapkan terima kasih kepada Popol karena telah membuktikan bahwa satu orang bisa menjadi pusat gravitasi masalah. Tanpa Popol, siang itu mungkin berjalan biasa saja. Tenang. Aman. Tidak produktif, tapi damai. Namun Popol memilih jalur berbeda. Dia membawa hajatan. Dia membawa summit. Dia membawa alasan baru bagi UNIX untuk terlihat kompak sambil diam-diam menyiapkan keluhan.
Senyum Palsu Satu Server
Bagian paling menyedihkan dari hajatan ini bukan acaranya. Bagian paling menyedihkan adalah aktingnya. Semua orang harus terlihat senang. Harus terlihat bangga. Harus terlihat seperti ini momen yang sudah lama ditunggu. Padahal kalau kamera bisa membaca isi kepala, acara ini sudah bubar dari menit pertama.
Kalimat Dukungan yang Tidak Bernyawa
Sepanjang acara, muncul kalimat-kalimat seperti gas, mantap, keren nih, dan semangat. Secara tulisan terlihat positif. Secara energi, itu seperti orang mengucapkan selamat ulang tahun di grup kantor karena takut dianggap tidak kompak. Tidak ada api di sana. Cuma asap dari batin yang mulai gosong.
Formalitas Tingkat Kecamatan
UNIX hari itu tampil sangat sopan. Terlalu sopan malah. Jenis sopan yang mencurigakan. Semua berusaha menjaga wajah, menjaga nada, menjaga agar keluhan tidak bocor ke tempat yang salah. Kalau ada penghargaan untuk komunitas paling jago pura-pura mendukung sambil batinnya sudah lepas sandal, UNIX minimal masuk nominasi.
Rencana Kabur yang Mati Muda
Awalnya UNIX punya rencana sederhana: ikut dulu, lihat kondisi, lalu batal di tengah jalan kalau ada celah. Rencana itu terdengar bagus. Manusiawi. Bahkan cukup elegan. Masalahnya, UNIX kalau bikin rencana sering lupa bagian eksekusi. Akhirnya semua cuma saling menunggu. Menunggu siapa yang mulai mundur. Menunggu momen yang pas. Menunggu alasan yang tidak terlalu terlihat murahan. Terlalu lama menunggu, tahu-tahu sudah kejadian.
Batalnya Tidak Jadi
Kami bukan gagal karena dilawan. Kami gagal karena terlalu lambat. Rencana kabur tidak dihancurkan oleh musuh. Tidak digagalkan oleh sistem. Tidak ditahan oleh panitia. Rencana itu mati karena UNIX terlalu banyak bilang nanti. Dan seperti biasa, nanti berubah menjadi lah kok sudah mulai.
Tidak Sengaja Summit
Ini bagian yang perlu dicatat sejarah: UNIX tidak benar-benar berniat summit. Niat awalnya cuma memantau. Cuma lihat situasi. Cuma nyemplung sedikit sambil cari tangga keluar. Tapi tahu-tahu airnya dalam. Tahu-tahu acaranya jalan. Tahu-tahu kami sudah ikut. UNIX bukan mengikuti summit. UNIX terpeleset ke dalam summit, lalu karena malu, pura-pura memang dari awal mau berenang.
Hajatan yang Sudah Terlanjur Menang
Pada titik tertentu, semua orang sadar bahwa perlawanan sudah tidak ada gunanya. Acara sudah jalan. Summit sudah kejadian. Popol masih menjadi alasan utama kenapa semua ini ada. UNIX sudah terlalu jauh masuk untuk tiba-tiba berkata, maaf, kami sebenarnya tidak ingin di sini. Maka kami melakukan hal paling UNIX: menerima nasib dengan wajah datar dan keluhan yang disimpan untuk bahan konten.
Tahap Menyerah Secara Teratur
Ada menyerah yang dramatis. Ada menyerah yang penuh air mata. Ada juga menyerah versi UNIX: tetap hadir, tetap ikut, tetap terlihat normal, tapi dalam hati sudah memaki struktur acara. Itulah yang terjadi. Kami tidak menang. Kami juga tidak benar-benar kalah. Kami hanya kelelahan dan terlalu sopan untuk kabur.
Popol Resmi Masuk Arsip Perkara
Mulai hari ini, Popol tidak bisa lagi pura-pura tidak tahu. Namanya sudah masuk arsip. Bukan sebagai pahlawan. Bukan sebagai penyelamat. Bukan sebagai tokoh inspiratif. Tapi sebagai orang yang pernah membuat UNIX ikut hajatan siang-siang dengan tingkat keikhlasan setipis tisu basah kering. Itu bukan prestasi. Tapi tetap bersejarah, dalam arti yang agak merugikan.
Kami Tidak Bangga, Tapi Kami Hadir
Kalau ada satu kalimat yang bisa merangkum Hajatan Popol, mungkin ini: Kami tidak bangga, tapi kami hadir. Dan itu sudah lebih dari cukup. Karena untuk kegiatan seperti ini, hadir saja sudah bentuk pengorbanan. Jangan minta jiwa juga ikut datang. UNIX sudah memberikan waktu, tenaga, senyum palsu, seruan formalitas, dan sedikit harga diri yang tercecer di tengah jalan.
Kekompakan Karena Sama-Sama Menderita
Hajatan ini mengajarkan bahwa kekompakan tidak selalu lahir dari semangat. Kadang kekompakan lahir dari rasa capek yang sama. Dari tatapan kosong yang sama. Dari keinginan pulang yang sama. Dari satu nama yang diam-diam disalahkan bersama-sama.
Pelajaran yang Tidak Diminta
Dari semua kejadian ini, UNIX belajar satu hal penting: kalau ada pengumuman siang-siang dan namanya terdengar terlalu resmi, segera curiga. Karena bisa jadi itu bukan acara. Bisa jadi itu perangkap dengan dress code antusias.
Penutup yang Masih Kesal
Dengan ini, UNIX mencatat Hajatan Popol sebagai salah satu kejadian paling merepotkan yang pernah kami ikuti sambil memasang wajah baik-baik. Tidak ada yang benar-benar ikhlas. Tidak ada yang benar-benar tulus. Tidak ada yang benar-benar sukarela. Yang ada hanya sekumpulan orang yang sudah terlanjur masuk, lalu memilih bertahan karena kabur terasa lebih ribet daripada menyelesaikannya. Popol berhasil membuat kami hadir. Itu harus diakui. Tapi jangan salah paham. Hadir bukan berarti bahagia. Tersenyum bukan berarti setuju. Berseru bukan berarti bangga. Kadang itu semua cuma cara manusia bertahan hidup di acara yang seharusnya bisa menjadi pesan singkat saja. Selamat, Popol. Hajatanmu tercatat. Semoga puas. Kami jelas tidak.
Artikel Sebelumnya
Hajatan Siti 700: Ekspedisi Siti Mencapai Angka 700
Community
Artikel Berikutnya
Pesugihan: Menumbalkan Princes Di UNIX
Community
Related Articles
Panduan Bertahan di UNIX Tanpa Kena Bully (Spoiler: Ga Bisa)
Panduan lengkap buat member baru yang mau survive di UNIX tanpa kehilangan jati diri. Tidak ada jaminan berhasil.
CommunityKamus Bahasa UNIX: Panduan Ngerti Omongan Member
Glossarium resmi (tidak resmi) untuk memahami bahasa komunikasi UNIX yang membingungkan, menyesatkan, dan kadang tidak masuk akal sama sekali.