Hajatan Popol 800: Angkanya Bulat, Alasannya Tidak Ada

800 Itu Bukan Apa-Apa dan Tetap Jadi Hajatan
Perlu diluruskan dulu sebelum cerita ini berlanjut. 800 ekspedisi di Gunung Sumbing Roblox tidak menghasilkan notifikasi apapun. Tidak ada title baru, tidak ada badge, tidak ada sistem di game yang secara khusus mengakui angka ini sebagai pencapaian yang layak dirayakan. Game-nya sendiri tidak peduli. Tapi Popol peduli. Dan di UNIX, kalau Popol peduli terhadap sesuatu, somehow semua orang akhirnya ikut terlibat dalam sesuatu itu. Ini adalah hajatan yang alasannya cuma satu: angkanya bulat. Ratusan. Tidak ada argumen lain yang bisa ditawarkan dan tidak ada yang mencoba menawarkan argumen lain karena sepertinya memang tidak ada. Dan inilah awal mula kenapa UNIX sekarang hajatan hampir setiap hari. Kalau 800 yang tidak ada notifikasinya saja bisa jadi hajatan, maka tidak ada lagi angka yang terlalu kecil atau terlalu tidak penting untuk dijadikan alasan ngumpul. Popol membuka pintu itu dan tidak ada yang menutupnya kembali.
Kehadiran Peserta: Ada tapi Tidak Hadir
Tidak ada yang bisa menjelaskan dengan tepat kenapa mereka datang. Mungkin kebiasaan. Mungkin tidak enak kalau tidak hadir. Mungkin sudah terlanjur online dan server-nya terbuka di tab sebelah. Yang jelas, energi kehadiran peserta malam itu bisa digambarkan sebagai: avatar ada di lokasi, orangnya tidak sepenuhnya ada di sana. Secara teknis hadir. Secara substansi sedang memikirkan hal lain.
Ash dan Perannya yang Sudah Tidak Perlu Ditanyakan Lagi
Di setiap hajatan pendakian UNIX, ada satu konstanta yang lebih dapat diandalkan dari checkpoint manapun: Ash akan menggendong orang. Bukan karena diminta secara resmi. Bukan karena ada jabatan porter yang ditetapkan sebelum acara. Tapi karena Ash memang seperti itu, begitu ada peserta yang jalannya mulai melambat atau kelihatan tidak niat, Ash sudah ada di posisi siap angkat. Malam ini tidak berbeda. Bahkan lebih ramai dari biasanya karena tingkat kemalasan peserta hajatan 800 ini berada di level yang cukup tinggi untuk membuat tawaran gendongan terasa seperti solusi logis, bukan pilihan terakhir. Beberapa orang bahkan sudah memposisikan diri sejak basecamp.
Di Summit, Dua Jam Baris Rapi untuk Tidak Difoto
Rombongan sampai di summit. Semua sudah tahu ritualnya: baris, pose, foto, selesai, pulang. Mereka baris. Cukup rapi untuk ukuran UNIX. Ada usaha yang terlihat, minimal dari sisi formasi. Lalu mereka menunggu. Dan menunggu. Dan menunggu lagi. Sekitar dua jam berlalu dalam kondisi semua orang sudah di posisi, sudah siap, dan tidak ada yang mengangkat kamera. Setiap orang berasumsi orang lain yang akan mengambil foto. Tidak ada yang mengkonfirmasi asumsi itu. Tidak ada yang merasa perlu mengkonfirmasi karena sepertinya sudah jelas siapa yang akan foto, hanya saja tidak jelas buat siapa pun.
Pengungkapan yang Tidak Perlu Dua Jam untuk Terjadi
Pada akhirnya ada yang bertanya siapa yang sudah ambil foto. Jawabannya mengkonfirmasi apa yang seharusnya sudah bisa ditebak dari sejak awal: belum ada. Selama beberapa jam di summit, dalam kondisi sudah baris rapi dan pose terjaga, tidak satu pun gambar yang diambil karena semua orang sedang menunggu orang lain yang mengambil gambar itu. Ini bukan pertama kalinya di UNIX sesuatu tidak terjadi bukan karena tidak ada yang bisa melakukannya, tapi karena semua orang menunggu orang lain yang melakukannya. Tapi dua jam adalah rekor baru.
Foto Seadanya, yang Penting Ada Bukti
Setelah situasinya terungkap, tidak ada rapat darurat, tidak ada evaluasi mendalam, tidak ada yang membahas kenapa ini bisa terjadi. Ada yang akhirnya mengangkat kamera dan mulai foto. Komposisinya tidak sempurna, pencahayaannya tidak dipikirkan, beberapa orang sudah tidak di posisi semula karena sudah terlalu lama menunggu. Tapi foto-fotonya ada. Itu cukup. Standar dokumentasi malam itu memang hanya sampai di 'yang penting ada bukti bahwa kami di sini', dan standar itu berhasil dipenuhi meski dengan margin yang sangat tipis.
Teruntuk Popol
800 ekspedisi sudah dicapai. Hajatannya sudah selesai. Foto ada meski prosesnya tidak perlu sedramatis itu. Dan untuk Popol, yang entah bagaimana berhasil meyakinkan cukup banyak orang untuk datang ke Gunung Sumbing demi angka yang bahkan game-nya sendiri tidak akui sebagai milestone. Kurang ngajar lu pol.
Related Articles
Panduan Bertahan di UNIX Tanpa Kena Bully (Spoiler: Ga Bisa)
Panduan lengkap buat member baru yang mau survive di UNIX tanpa kehilangan jati diri. Tidak ada jaminan berhasil.
CommunityKamus Bahasa UNIX: Panduan Ngerti Omongan Member
Glossarium resmi (tidak resmi) untuk memahami bahasa komunikasi UNIX yang membingungkan, menyesatkan, dan kadang tidak masuk akal sama sekali.